g

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Makalah IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah IPS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2016

Contoh Makalah IPS tentang Konflik Sosial

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
       Konflik menjadi fenomena yang paling sering muncul karena konflik selalu menjadi    bagian   hidup   manusia     yang   bersosial   dan   berpolitik   serta menjadi pendorong dalam dinamika dan perubahan sosial-politik (Kornblurn, 2003:  294).  Konflik   memiliki   dampak   positif   dan   dampak   negatif,   dampak positif   dari   konflik   sosial   adalah   konflik   tersebut   memfasilitasi   tercapainya rekonsiliasi    atas   berbagai   kepentingan.   Kebanyakan   konflik   tidak   berakhir dengan      kemenangan      disalah   satu   pihak   dan   kekalahan     dipihak    lainnya.
       Konflik   yang   terjadi   di   Indonesia,   ada juga  yang  dapat   diselesaikan   dengan baik hingga berdampak baik bagi kemajuan dan perubahan masyarakat, akan tetapi  ada  beberapa  konflik justru   berdampak   negatif   hingga  mengakibatkan timbulnya   kerusakan,  menciptakan   ketidakstabilan,   ketidakharmonisan,   dan ketidakamanan bahkan sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Dewasa ini   konflik   seringkali   terjadi   di   berbagai   elemen   masyarakat.  Hal   demikian dikarenakan berbagai latar belakang kebudayaan dan status sosial ekonomi.
B. Tujuan
       Dengan tersusunnya makalah ini penulis mempunyai tujuan bagi pembacanya yaitu:
1. Agar mengetahui penjelasan mengenai Konflik Sosial.
2. Agar mengetahui bentuk-bentuk mengenai Konflik Sosial.
3. Agar mengetahui Situasi-situasi mengenai Konflik Sosial.
4. Agar mengetahui cara penyelesaian mengenai Konflik Sosial
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Konflik Sosial
1.      Pengertian Konflik
            Koflik berasal dari kata kerja Latin, configure yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses social antara dua orang atau lebih (bsa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
            Secara umum konflik social merupakan suatu keadaan dimana masyarakat terjadi suatu pertikaian karena adanya persaingan maupun perbedaan yang terjadi dalam masyarakat. Dalam sosiologi banyak para tokoh menginterprestasikan konflik social berbeda-beda. Adapun penjelasan konflik social secara sosiologis adalah sebagai berikut:
a)      Menurut Berstein (1965)
            Konflik merupakan suatu pertentangan perbedaan yang tidak dapat dicegah. Konflik mempunyai potensi yang memberikan pengaruh positif dan negative dalam interaksi manusia.
b)     Menurut Dr. Robert M.Z Lawang
            Konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, kekuasaan selain bertujuan memperoleh keuntungan juga untuk menundukan saingannya.
c)      Menurut Drs. Ariyono Suyono
            Konflik adalah proses atau keadaan terdiri dari du pihak yang berusaha saling menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing pihak.
d)     Dalam buku Sosiologi karangan James W. Wander Zandein
            Konflik diartikan sebagai suatu pertentangan mengenai nilai atau tuntunan ha katas kekayaan, kekuasaan, status, atau wilayah tempat pihak yang saling berhadapan dan bertujuan untuk menetralkan, merugikan atau menjatuhkan lawan mereka.
e)      Menurut Soerjono Soekanto
            Konflik adalah suatu proses social dimana orang perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dan disertai dengan ancaman dan kekerasan
2.      Faktor-Faktor Penyebab Konflik
a)      Perbedaan Individu
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi factor penyebab konflik social, sebab dalam menjalani hubungan social, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.
b)     Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan
Dalam hubungan sosialnya, seseorang akan dipengaruhi oleh pola-pola pemikiran kelompoknya. Orang debesarkan dalam lingkunagn kebudayaan yang berbeda-beda. Ada yang diasuh dengan pola latihan kemandirian. Ada pula yang diasuh dalam lingkunagn keudayaan yang menerapkan pola ketergantungan.
c)      Perbedaan Kepentingan
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentinagn yang berbeda-beda.
d)     Perubahan-perubahan Nilai yang Cepat
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik social.
B. BENTUK-BENTUK KONFLIK
            Seorang ahli sosiolog, Soerjono Soekanto (1989:90) berusaha menklasifikasikan bentuk dan jenis-jenis konflik sebagai berikut:
1.      Konflik Pribadi
       Konflik terjadi dalam diri seseorang terhadap orang lain. Umumnya konflik pribadi diawali perasaan tidak suka terhadap orang lain, yang pada akhirnya melahirkan perasaan benci yang mendalam.
2.      Konflik Rasial
       Konflik rasial umumnya terjadi di suatu Negara yang memiliki keragaman suku dan ras.
3.      Konflik Antarkelas Sosial
       Terjadinya kelas-kelas di masyarakat karena adanya sesuatu yang dihargai, seperti kekayaan, kehormatan, dan kekuasaan.
4.      Konflik Politik Antargolongan dalam Satu Masyarakat maupun antara Negara-negara yang Berdaulat
       Konflik politik terjadi karena setiap golongan di masyarakat melakukan politik yang berbeda-beda pada saat menghadapi suatu masalah yang sama.
5.      Konflik Bersifat Internasional
       Konflik internasional biasanya terjadi karena perbedaan-perbedaan kepentingan dimana menyangkut kedaulatan Negara yang saling berkonflik.
C. SITUASI-SITUASI KONFLIK
          Konflik yang terjadi di antara individu dalam menjalankan interaksinya banyak dibahas dalam studi psikologis social. Dalam kaitannya dengan cara pengelolaan konflik terdapat 3 tipe situasi konflik.
1.  Konflik Interindividu
     Penyebab dari konflik ini adalah benturan secara emosional antara individu dengan individu lain di dalam masyarakat. Ada dua penyebabnya yaitu kelebihan beban (role over loods) atau karena ketidaksesuaian seseorang dalam melaksanakan peranan (person role).
2.  Konflik Antarindividu
     Dalam kehidupan masyarakat benturan kepentingan antarindividu selalu terjadi.
Jika benturan tersebut tidak termanajemen dengan baik maka akan timbullah konflik antar individu yang mengarah ke dalam kekerasan.
3. Konflik Antarkelompok
       Masyarakat Indonesia seringa mengalami jenis konflik demikian. Kasus di Sambas, Papua, dan Ambon merupakan bagian konflik kelompok yang dikarenakan dengan perbedaan dalam menjalani kehidupan. Konflik antarkelompok bias dihindari jika setiap kelompok saling memahami keneradaannya dan juga dapat mempersempit perbedaan.
D. PENYELESAIAN KONFLIK
          Konflik social dalam masyarakat harus dapat diselesaikan agar keutuhan masyarakat dapat dipertahankan. Penyelesaian konflik tidak bias dilaksanakan dengan waktu yang singkat. Penyelesaian harus dilakukan dengan berbagai cara dan dalam tempo yang sama.
          Dalam ilmu sosiologi untuk menyelesaikan suatu konflik dilakukan dengan berbagai tahap. Tahapan ini harus dilaksanakan secara berurutan dengan tidak boleh dilewatkan. Hal ini dikarenakan setiap tahapan saling melengkapi tahapan yang lainnya. Adapun tahapan dalam menyelesaikan konflik adalah sebagai berikut:
1.    Tahap Akomodasi
  Pada tahapan ini adalah pelaksaan untuk meyakinkan masyarakat agar tidak melakukan konflik dengan cara mengurangi pertentangan dan peleburan atau penyatuan terhadap kelompok yang bertikai melalui suatu lembaga penengah.
2.      Tahap Kerjasama
Kerjasama adalah suatu keadaan dimana adanya suatu kegiatan bersama antara kedua individu dalam masyarakat, tahap kerjasama dilakukan setelah proses akomodasi berhasil sehingga masyarakat sudah mulai melakukan pendekatan baik secara mandiri maupun berkelompok.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
            Semua lapisan masyarakat di dunia pernah mengalami konflik. Secara teortis konflik sosial sebenarnya membawa manfaat yang baik bagi masyarakat hanya saja cara dan jalannya kebanyakan mengarah ke dampak negative. Sehingga di masyarakat banyak terjadi kerusuhan di mana-mana. Konflik sosial juga membawa dampak positif walaupun pada kenyataannya yang terjadi dimasyarakat kebanyakan dampak negative.
B. Saran
Sebaiknya kita sebagai bangsa dan negara yang beragama dan juga bernegara hukum, seharusnya kita berusaha menghindari adanya konflik sosial di antara masyarakat, agar Negara kita ini  bisa menjadi Negara yang penuh dengan kedamaian, kerukunan dan bebas dari segala jenis konflik dan pertentangan.

Kamis, 06 November 2014

COVER METODE, MEDIA DAN SUMBER BELAJAR IPS

MAKALAH

TENTANG
METODE, MEDIA DAN SUMBER BELAJAR IPS

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah IPS

Dosen : .....................................





 

 logo universitas










Disusun Oleh :

Dr.Iq
NIM. 3064514






UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS TASIKMALAYA
2014

Daftar Isi Metode, Media dan Sumber Belajar IPS

 

 DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

1.2   Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Metode Demonstrasi

         2.2 Metode Eksperimen (percobaan)

         2.3 Metode Simulasi

         2.4 Metode Inkuiri Discovery

         2.5 Metode Interaksi Edukatif di Luar Kelas

BAB III PENUTUP

3.1   Kesmipulan

Kata Pengantar Metode, Media dan Sumber Belajar IPS


KATA PENGANTAR

 
Segala puji dan syukur hanya bagi Allah SWT. Penguasa semesta alam, atas nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada penulis, nikmat iman, Islam, kesehatan, rezeki, waktu, ilmu, dan segala karunia yang tidak terhingga. Atas izin-Nya pula penulis dapat menyelesaikan Makalah tentang METODE, MEDIA DAN SUMBER BELAJAR IPS. Shalawat serta salam semoga tetap dilimpahkan kepada Rasulullah Shalalahu’alihi wasallam, kelurga, sahabat, dan orang-orang yang berpegang teguh di jalan-Nya hingga Hari Akhir.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, meskipun penulis berupaya sejauh kemampuan yang ada untuk menghasilkan makalah sebaik mungkin. Penulis berharap ada kritik dan saran yang bersifat membangun, juga penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak terkait maupun bagi para pembaca.
Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan izin Allah SWT.


 

Tasikmalaya,   November  2014



              Penyusun

Kesimpulan Metode, Media dan Sumber Belajar IPS


BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Demikian sejumlah metode pengajaran telah diuraikan di atas, baik metode yang interaksi edukatif  berlangsung di dalam  maupun yang berlangsung di luar kelas.
Namun perlu  di ingat bersama bahwa tidak ada satu metode pun yang dianggap terbaik atau terburuk untuk digunakan dalam proses pembelajaran, melainkan semua akan menjadi baik bila pengguanaannya  tepat dan sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran. Sebaliknya akam jelek apabila  tidak tepat dan sesuai dengan inguan dan materi pelajaran yang diajarkan kepada para siswa.

Metode Interaksi Edukatif di Luar Kelas Metode, Media dan Sumber Belajar IPS


2.5  Metode Interaksi Edukatif di Luar Kelas

a.       Metode Karyawisata
Metode karyawisata merupakan suatu kegiatan belajar-mengajar di mana siswa dibawa ke suatu obyek di luar kelas untuk mengkaji atau mempelajari suatu masalah yang berhubungan dengan materi pelajaran atau dengan kata lain karya wisata merupakan suatu upaya mendekatkan atau membawa diri siswa kepada kehidupan nyata (rill) yang menjadi sumber belajar bagi para siswa.
Tujuan metode karyawisata adalah : (1) Agar siswa dapat membandingkan apa yang mereka pelajari di dalam kelas secara teoritis dengan keadaan nyata di lapangan, atau membandingkan antara keadaan nyata dengan praktek penggunaannya, (2) untuk menghilangkan kejenuhan siswa dalam belajar, (3) untuk dijadikan ajang rekreasi bagi siswa sambil belajar.
Kelebihan penggunaan metode karyawisata adalah ; (1) Siswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan, (2) dapat meningkatkan minat dan perhatian siswa dalam mempelajari sesuatu, (3) dapat memperkaya dan menyempurnakan pengetahuan yang diperoleh siswa di dalam kelas.
Kekurangan dari metode ini adalah ; (1) Memerlukan persiapan yang relatif lama dan cukup matang, (2) memerlukan sarana dan biaya yang relatif tinggi, (3) memiliki resiko yang cukup tinggi.
Langkah-langkah pelaksanaannya adalah :
1)      Persiapan
2)      Pelaksanaan
3)      Tindak lanjut

b.       Metode Observasi
Metode observasi merupakan kelanjutan atau alat (instrumen) yang diperlukan pada saat pelaksanaan karya wisata.
Dengan demikian metode observasi adalah format pembelajaran di mana siswa dibawa ke luar kelas untuk mengamati suatu obyek atau peristiwa kemudian merekamnya dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.
Tujuan observasi adalah : (1) Untuk memperoleh informasi atau data dari lapangan yang berhubungan dengan materi pelajaran, (2) memberikan pengalaman langsung bagi siswa, (3) melatih ketelitian dan kejelian siswa
Kelebihan dan kekurangannya hampir sama dengan metode karya wisata, karena antara karya wisata dengan observasi sama-sama metode mengajar yang proses interaksi edukatifnya berlangsung di luar kelas.
Beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode obsenrasi adalah sebagai berikut :
1)      Persiapan
2)      Pelaksanaan
3)      Follow up

Metode Inkuiri dan Discovery Metode, Media dan Sumber Belajar IPS



2.4  Metode Inkuiri dan Discovery
Metode inkuiri dan discovery dalam pembelajaran merupakan suatu prosedur yang menekankan belajar secara individual di mana siswa berusaha melakukan aktivitas sendiri untuk mencari dan meneliti sesuatu, sebelum menarik suatu kesimpulan.
Gagne dan Berliner mengemukakan bahwa : " Metode penemuan ditandai oleh adanya keaktifan siswa dalam memperoleh keterampilan intelektual, sikap dan keterampilan motorik/ psikomotorik".
Tujuan metode penemuan ini adalah : (1) Meningkatkan ketertiban siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, (2) mengarahkan siswa sebagai pelajar seumur hidup
Keuntungan penggunaan metode penemuan ini ialah ; (1) Membantu memperbaiki proses penguasaan dan keterampilan bagi para siswa, (2) menimbulkan kegairahan belajar bagi para siswa

Metode Simulasi Metode, Media dan Sumber Belajar IPS


2.3  Metode Simulasi
Simulasi merupakan format interaksi belajar mengajar dalam pengajaran IPS yang didalamnya menampakan adanya perilaku pura­-pura (simulasi) dari orang yang terlibat dalam proses pembelajaran. Atau suatu suatu peniruan situasi tertentu, sehingga siswa dapat memahami konsep, prinsip-prinsip keterampilan, nilai dan sikap dari sesuatu yang sedang disimulasikan.
Jenis-jenis simulasi adalah : (1) Permainan simulasi (simulation game); (2) bermain peran (role playing), (3) sosiodrama dan psikodrama.
Tujuan penggunaan metode simulasi adalah : (1) Untuk mendorong partisipasi dan pengembangan sikap siswa, (2) dapat menimbulkan interaksi yang sehat dan hangat antar siswa
Keuntungan penggunaan metode simulasi antara lain adalah : (1) Dapat menciptakan kesenangan dan kegembiraan pada diri siswa dalam proses pembelajaran, (2) dapat mengurangi keabstrakan pada diri siswa dalam proses pembelajaran.
Kelemahannya adalah : (1) Memerlukan waktu yang relatif lama dan biaya yang relatif mahal, (2) sulit bagi siswa berperan sesuai dengan peran/ tokoh yang dimainkan.

Metode eksperimen (percobaan) Metode, Media dan Sumber Belajar IPS


2.2  Metode eksperimen (percobaan)
Eksperimen (percobaan) adalah format interaksi belajar­mengajar yang melibatkan logika induksi untuk menyimpulkan pengamatan terhadap proses dan hasil percobaan.
Tujuan metode ini adalah : (1) Untuk mengajarkan bagaimana menarik kesimpulan dari fakta informasi atau data yang diperoleh, (2) untuk melatih siswa merancang/mempersiapkan, melaksanakan dan melaporkan hasil eksperimen, (3) melatih siswa menggunakan logika secara induktif untuk menarik suatu kesimpulan berdasarkan data dan fakta.
Kelebihan dari metode eksperimen ialah : (1) Siswa lebih aktif mengumpulkan data dan fakta, (2) siswa berkesempatan membuktikan kebenaran teori secara empiris melalui eksperimen, (3) siswa berkesempatan melaksanakan prosedur eksperimen.
Kekurangannya adalah : (1) Memerlukan peralatan dan sarana pembelajaran yang memadai, (2) memerlukan waktu pembelajaran yang cukup lama.
Langkah-langkah pelaksanaan eksperimen adalah sebagai berikut :
1)      Persiapan eksperimen
2)      Pelaksanaan eksperimen
3)      Tindak lanjut eksperimen

Metode demonstrasi Metode, Media dan Sumber Belajar IPS


BAB II
LANDASAN TEORITIS

2.1  Metode demonstrasi
Demonstrasi merupakan format belajar mengajar yang sengaja mempertunjukkan atau memperagakan tindakan, proses atau prosedur yang dilakukan oleh guru atau orang lain kepada seluruh atau sebagian siswa.
Tujuan penerapan metode demonstrasi adalah : (1) Untuk menggunakan prosedur tertentu dalam mengajar (prosedur kerja, prosedur pelaksanaan), (2) dapat meningkatkan kepercayaan diri bagi siswa, (3) dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam menggunakan prosedur (Cardille : 1982).
Selanjutnya Winarno Surachmad mengemukakan tujuan pengajaran demonstrasi adalah : " (1) Untuk mengajarkan suatu proses, (2) untuk menginformasikan bahan pelajaran yang diperlukan dalam proses pembelajaran, (3) untuk mengetengahkan cara kerja, (4) untuk mengkonkritkan informasi yang disampaikan kepada siswa".
Kelebihan metode demonstrasi adalah : (1) Dapat memberikan gambaran konkrit, (2) siswa dapat memperoleh pengalaman langsung, (3) dapat memusatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran
Kelemahannya metode demonstrasi ialah ; (1) Memerlukan persiapan yang relatif lama dan matang, (2) memerlukan kegiatan lanjutan (follow up)
 Langkah-langkah pelaksanaannya ialah :
1)      Persiapan
2)      Pelaksanaan
3)      Tindak lanjut  (follow up)

Tujuan Belakang Metode, Media dan Sumber Belajar IPS



1.2         Tujuan
         Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa dapat :
1.       Menyebutkan dan memahami pengertian metode pengajaran IPS
2.     Memahami tentang metode pengajaran IPS yang interaksi edukatifnya  berlangsung di dalam kelas dan dapat mempraktekannya dalam proses pembelajaran
3.    memahami tentang metode pengajaran IPS yang interaksi edukatifnya di luar kelas dan dapat mempraktekannya dalam proses pembelajaran
4.  Memahami tentang pengertian media, macam dan jenis media, kriteria pemilihan media, pengembangan media dan penggunaan media sehingga dapat mengaplikasikannya dalam pembelajaran IPS
5.    Memahami tentang jenis-jenis sumber belajar IPS dan dapat memanfaatkannya dalam proses pembelajaran.